Inilah contoh-contoh halaman Tuan Tanah Kedawung Remastered. Sudah terbit dan beredar (Anjayabooks)...Baru saya tambahkan foto2 contoh komik jadinya...kertas dalam pakai art paper (jadinya lebih sexy dari aslinya dulu lho...)
Hallo Gideon.. master aslinya udah nggak ada.. hanya BanjirDarah di Pantai Sanur yg masih ada beberapa... semuanya aku scan dari komik2 aslinya (cetakan pertama-aku dipinjemin ama John de Rantau) udah itu ya "dibersihin" pake photoshop... prosesnya sederhana banget.. tool yg dipake cuman satu :lasso polygonal. Sebelumnya utk memutihkan kembali halamannya, pake adjust level...
erwinprima wrote on Dec 22, '07, edited on Dec 22, '07
komik lama jif,.. terbit pertamakali th 1969... cover2nya itu asli seperti cetakan pertamanya dulu (semua ada 7 jilid-@64 halaman).. yg meretouch cover2 itu teman saya: Wahyu Hidayat...
sudah saya jelaskan di atas tuh jif.. (menjawab pertanyaan Gideon) ini saya jelaskan lagi, tahapannya kira2 begini :
- scan komik aslinya (kalau bisa yg masih bagus) 600dpi, greyscale - adjust level untuk mendapatkan kontras hitam putihnya - lalu ini yg paling asik, proses "pembersihan".. saya gunakan tool lasso polygonal utk bikin selection area-area mana yg mau "dibersihin". Proses pembersihan meliputi menghitamkan warna2 yg sudah luntur dan memutihkan area2 yang kotor. Butuh ketelatenan dan kesabaran extra dalam proses ini. Komik2 Ganes dalam sehari bisa selesai 4 halaman. Tapi Zam Nuldyn, waah... ada beberapa halaman yg menghabiskan waktu 2 hari sendiri.(lihat di folder Comic Remastering di multiply saya). - Terakhir, mengganti teks yg lama dengan text baru (ejaan baru), fontnya saya gunakan VTC letterer pro.
versi sepianya (old.. tapi kalo di sepiain kan jadi begitu..hehehehe) tetap unik kalo buat aku, tapi.. tentu saja mata lebih suka dimanja dengan versi new itu... keren! mas erwin.. mantap lah!
Sayang, belum sempat nguber komik ini, mas... Tjisadane yg kemarin jg belum sempat membacanya... Kasih kabar ya mas, kalau Djampang dan Tn Tanah Kedawung sdh beredar...
One image that I always remember: the scene where the dying fat 'centeng' crawled to the stepmother, saying, "Upah saya mana Nyai?" A real masterpiece portrait of human greed!
By the way, isn't this the one comic where Barda Mandrawata appeared and helped Samolo? I thought Ganes TH put some explanation about the blind hero's appearance in the comic. Is it true that the comic was based on a true story?
Yes.. si buta nongol di jilid 5, sebagai 'cameo'... ! Pada saat itu sepertinya terjadi 'kehebohan' di antara pembaca komik ini, sehingga Ganes perlu memberi 'penjelasan' di awal jilid 6.
True story? hmmmmm... I don't really think so... inspired by some, maybe... !
The reason I asked whether or not the comic was based on true story is the cameo appearance of Barda Mandrawata in the comic. I understand the scenes received a lot of comments (or maybe even protest?) from the reader that Ganes TH decided to write some explanation. It was his explanation that gave me the impression that it was based on a true story.