catatan :
saya diminta erwin untuk menulis sesuatu tentang proyek kartun strip setiap sabtu ini.
baiklah, walau agak terlambat.
tentang our weekly strip.
awalnya gara-gara lewis trondheim. saya tidak terlalu akrab bergaul dengan komik strip. tapi lewis membuat pandangan saya berubah : sudut pandang saya terhadap kartun strip.
mungkin karena di indonesia, komik strip selalu bersifat "mengamati'. termasuk episode tolol di atas. semua komikus strip menjadikan dirinya sebagai pengamat, mengamati masalah yang aktuil yang terjadi di dalam lingkungan sosialnya, baik sosial, politik, bencan aalam, atau olahraga, pendek kata ; mengenai apa yang sedang happening.
lewis trondheim.
ia memberikan sudut pandang yang lain.
bahwa komik strip bisa juga dijadikan aktualisasi perkembangan diri.
mungkin agak mirip curhat tita, hanya saja maknanya lebih pada hal yang bersifat pribadi tapi absurd.
absurditas ini lah yang menarik hati saya.
komik strip lain yang saya tangkap paling punya potensi untuk menjadi dirinya sendiri adalah komik strip pidibaiq dan, belakangan saya suka dengan apa yang ditampilkan oleh eric [ericbandung].
baiklah, untuk erwin sendiri, saya ingin dia terus melatih kecakapannya mengeksekusi cerita dengan komik strip sependek mungkin.
ide cerita di atas. pastilah ini pengalaman yang pernah dialami oleh semua orang.
sebagai latihan saja. dan pemancing. masih standard dan tidak istimewa [belum].
saya pun berdiskusi dengan erwin agar menjadikan folder komik strip ini sebagai ajang interaktif antara dia dan kontak-kontaknya.
mereka pasti memiliki segudang cerita, dengan berbagai kecenderungan yang akan -saya harap- membuat erwin bisa melatih keterampilannya meraba apa mau dan seperti apa jadinya komik strip yang harus tampil sebagai bentuk kompromi antara dia juru gambar dengan juru cerita.
saya berkeyakinan, semakin efisien erwin menggunakan panel, semakin siap ia untuk menggarap cerita panjang.
entahlah say harus nulis apa lagi.
kepada teman teman komikus disini. atau mereka yang rajin dan bagus menggambar, contoh saja ; aji, dan eric. bisa menjawab kartun strip erwin juga dengan kartun strip. sehingga kalian akan saling menduplik replik secara interaktif dengan kartun strip. kita ingin melihat , alih alih menggunakan teks seperti yang sedang saya buat ini, malah akan menggunakan bahasa visual. berkomunikasi secara visual.
bisa dimulai dengan melanjutkan apa yang terjadi di panel selanjutnya komik strip di atas.
oh iya.
hmm ditanya, kenapa tokek.
kebetulan itulah yang pertama kali teringat , saat kita memutuskan untuk menggunakan binatang.
kebetulan juga saya punya binatang peliharaan tokok yang sudah setia tinggal di atap belakang rumah. anak saya menamakan tokek itu si bono.
malam malam si bono suka bunyi. saya katakan kepada anak saya bahwa si bono sedang menangis mencari ibunya. untuk membujuk ia segera tidur.
dan saya tidak tahu kenapa erwin memilih kucing. itu pribadinya dia :-)
hmm.
mudah-mudahan komitmen setiap sabtu satu kartun strip bisa ditepati.
dan semoga ajang interaktif juga terwujud.
yang paling saya ingin lihat adalah , misal kalian para komikus saling membalas dengan komik strip masing masing.
seru.
salam,