inilah cover2 'Krakatau' cetakan pertama (1970). Di beberapa cover ada tulisan tangan John de Rantau.. ini memang minjem dari koleksinya. Saya sertakan juga design cover baru rancangan saya (at least for the dummy).
kusuka gambar2 ganesh th.... sexi, klasik dan eksotiknya berasa banget.... sangat meng-indonesia gitu loh...
* sayang, tuan tanah kedawungnya msh 150 rb, kemahalan.... coba bandingkan dgn godam 2 dan aquanus yg full colour pun cuma 35 ribu... bukannya ga cinta komik indonesia jk aku tak membelinya... cuma berusaha bersikap rasional saja.... (kekeke.... kok malah curhat ya....)
kusuka gambar2 ganesh th.... sexi, klasik dan eksotiknya berasa banget.... sangat meng-indonesia gitu loh...
* sayang, tuan tanah kedawungnya msh 150 rb, kemahalan.... coba bandingkan dgn godam 2 dan aquanus yg full colour pun cuma 35 ribu... bukannya ga cinta komik indonesia jk aku tak membelinya... cuma berusaha bersikap rasional saja.... (kekeke.... kok malah curhat ya....)
kusuka gambar2 ganesh th.... sexi, klasik dan eksotiknya berasa banget.... sangat meng-indonesia gitu loh...
* sayang, tuan tanah kedawungnya msh 150 rb, kemahalan.... coba bandingkan dgn godam 2 dan aquanus yg full colour pun cuma 35 ribu... bukannya ga cinta komik indonesia jk aku tak membelinya... cuma berusaha bersikap rasional saja.... (kekeke.... kok malah curhat ya....)
tuan tanah kedawung berapa jilid? godam / aquanus berapa jilid ? tinggal dikali kali aja kali kali .... :-)
erwin, kalau elo baca srigala kota intan, nilam kesuma, krakatau, jisadane, dan tuan tanah kedawung. itu aja dulu deh. kelihatan banget rumus apa yang dipake ganes dalam membuat cerita. ganes kayak udah punya template walau eksekusinya berlainan, tapi templatnya sama. kalau kita udah bisa ngelihat template ini ... komik-komik ganes th bisa jadi akan membosankan.
itu yang gw pernah selidiki. dan gw udah pernah diskusi ama syam soal ini. gua rasa ganes th di bawah pikiran sadarnya sudah menggunakan template itu secara otomatis, terutama untuk karya tetralogi samolo. dan kebetulan juga gw lihat lagi di srigala kota intan.
yang paling hebat menurut gw adalah tetaplah serial si buta. satu ke satu, ganes memang mengarang cerita , bukan memakai template yang bekerja secara bawah sadar. perhatikan aja, setiap cerita si buta, terasa "baru" , memang suka ada pengulangan tema cerita dan ending, tapi eksekusi cerita dan kualitas "baru"-nya selalu ada di setiap judul serial si buta.
Tuan Tanah Kedawung, Tjisadane, dan Krakatau semuanya dibuat di tahun 1969. mungkin ketika ganes membuat trilogi ini, jarak satu sama lain saling berdekatan, sehingga satu sama lain masih mempengaruhi ganes, yang mengakibatkan khusus trilogi ini dieksekusi ceritanya dengan teknik ending yang sama. agak membosankan.
dan krakatau adalah yang paling lemah. itu adalah tuan tanah kedawung yang dipindahtempatkan dengan judul dan nama nama yang berbeda. kalau boleh pilih, gw akan lepas "krakatau", tapi karena krakatau harus nyusul tjisadane dan ttk, maka ya seharusnya emang diterbitulangkan.
sekarang terus terang gw lagi ngincer utk membaca karya ganes tahun 66-66-67. pengen banding bandingin. setiap periode jaman pasti berjejak di karya seorang seniman. itu yang sekarang gw lagi incer utk melihat karya ganes lain, terutama di tahun2 itu. [ mutiara dari tanusa, api di hutan rimba, pembalasan dendam, kalidjodo, dll ]
yang paling hebat menurut gw adalah tetaplah serial si buta. satu ke satu, ganes memang mengarang cerita , bukan memakai template yang bekerja secara bawah sadar. perhatikan aja, setiap cerita si buta, terasa "baru"
True. However, at some point in the Si Buta series, it looks like Ganes got tired. One story even ended in a cliffhanger. Maybe that was what he intended to do, but somehow I think that he ran out of idea with that particular story.
kusuka gambar2 ganesh th.... sexi, klasik dan eksotiknya berasa banget.... sangat meng-indonesia gitu loh...
* sayang, tuan tanah kedawungnya msh 150 rb, kemahalan.... coba bandingkan dgn godam 2 dan aquanus yg full colour pun cuma 35 ribu... bukannya ga cinta komik indonesia jk aku tak membelinya... cuma berusaha bersikap rasional saja.... (kekeke.... kok malah curhat ya....)
Tuan Tanah Kedawung ada 10 jilid, jadi @Rp.15.000,- masih mahalkah? DC terjemahan dari PMK minimal harganya 12.400 sekarang rata2 22.000/jilid
Godam 2/Aquanus @ Rp. 37.500 (116 hal dan 108 hal) TTK kira2 @ 64 hal X 10 jilid = 640 halaman....masih mahalkah? atau gimana nih? keluarin saja perjilid jadi terasa murah.....
ups sori, kmarin di TMII di konternya komik indonesia, ada satu set komiknya ganesh, aku ga yakin, judulnya antara Si Djampang atau TTK... tp harganya pasti 150 rb...
unt komik setebal itu dgn harga segitu, aku tetap merasa mahal...
Ganes Th itu selalu menghayati semua cerita yang beliau buat seakan kita dibawa kealam hayalnya tanpa sadar. Ganes memang manusia genius yang langka dalam dunia perkomikan Nasional hanya R A Kosasih yang dapat disejajarkan dengannya.
Godam 2/Aquanus @ Rp. 37.500 (116 hal dan 108 hal)TTK kira2 @ 64 hal X 10 jilid = 640 halaman....masih mahalkah?atau gimana nih? keluarin saja perjilid jadi terasa murah.....
kalau melihat kondisi itu memang benar mas, kalau gak salah TTK kertasnya juga Artpaper ya? dan Godam mencari jejak mayat juga sama bahannya demikian juga ukurannya...nah harganya per satuannya tidak jauh beda masih kisaran 15-18 ribu kalau gak salah.
godam 2 dan aquabus memang gila dalam membandrol harga salut benar pada Metha studia atas harga itu. tapi sekarang terlepas dari2 komik itu kalau di lihat per-satuannya harganya masih belasan ribu, makanya saranku kalau bisa di terbitin berjangka saja jangan sekaligus jadi harganya gak nyekek kali ya
saranku kalau bisa di terbitin berjangka saja jangan sekaligus jadi harganya gak nyekek kali y
kaya Godam Mata Sinar X, mas... edisi kolektor harga 150 rb (kalo gak salah ya... aku lupa2 inget)... giliran edisi biasa masuk gramed, harganya cuma 50 ribuan saja... nah, aku nunggu yg kaya gini mas.... edisi masyarakat biasa saja... dan kurasa, di negeri ini, lebih masuk akal menjual edisi umum ini... kalo niatnya mau menjaring kuantitas pembaca dan meningkatkan pencapaian luas pasar...
ya.. bener.. serial si buta menurutku yg masih OK (gambarnya), hanya sampai 'Badai Teluk Bone'. mulai 'Sorga yg Hilang' sampai abis kayaknya perlu digambar ulang... (Gambarnya ya, bukan ceritanya)
Wah kalau Krakatau mau di remaster, aku PRE ORDER donk... Kalau dari sisi mutu sih aku sudah percaya dengan sentuhan sampeyan. Gak bakalan mengecewakan dech and dijamin pasti puassssss. Mas Erwin... Bung Damuhbening Bisa dong minta alamat sampeyan yang di Bali, biar sekali-kali kita bisa ngumpul, ngobrol soal per komikan dan lain-lain. Tengkyu
Ganes Th itu selalu menghayati semua cerita yang beliau buat seakan kita dibawa kealam hayalnya tanpa sadar. Ganes memang manusia genius yang langka dalam dunia perkomikan Nasional hanya R A Kosasih yang dapat disejajarkan dengannya.
ini subjektifitas aku aja. teguh santosa menurut aku adalah pawangnya cerita. eksekusi untuk cerita panjang, dialah maestronya. penguasaan sejarah regional, dia paham. kenapa dia tidak tersohor karena dia tidak bermain karakter. ganes th ada di liga yang berbeda.
kosasih .. ehem. kalo ngga ada kitab mahabarata dan barata yudha. hmm komik seperti apa ya yang akan ia bikin? :-) tapi untuk kepeloporannya ..., kosasih layak dinobatkan sebagai maestro dejure defacto. :-)
ya.. bener.. serial si buta menurutku yg masih OK (gambarnya), hanya sampai 'Badai Teluk Bone'. mulai 'Sorga yg Hilang' sampai abis kayaknya perlu digambar ulang... (Gambarnya ya, bukan ceritanya)
iya aku bicara soal cerita. air mata duyung dan sorga yang hilang. anjing banget tuh dua judul. itu menurut gua puncak penceritaan ganes. ...jing, gw jadi pengen baca ulang semua si buta lagi, eh secara kebetulan gw tadi ketemu ama gienardi, dapat kalidjodo ama tiga pahlawan. komik ganes tahun 65 , waktu dia masih bodo ngegambarnya.
terutama kalidjodo. menurut gw itu salah satu kelebihan ganes. memotret keadaan sosial di jaman itu ke dalam komiknya.
lihat aja beberapa cerita ganes. berapa banyak cerita ganes yang berkisar tentang kehancuran rumah tangga orang sehingga akhirnya jadi peristiwa berdarah darah hanya lantaran orang yang mendadak jadi kaya kemudian punya bini lagi? semua ganes itu ceritanya kayak begitu. dan emang jaman itu , yang punya duit atau keturunan bangsawan, atau kaya mendadak , bahkan yang miskin atau pas-pasan aja, hobbi dan demen punya gundik. anak dimana mana. kemudian jadi rebutan warisan antara saudara tiri atau gundik.
ganes th yang jeli mengangkat fenomena gemar kawin kayak begini. trilogi samolo itu apalagi ceritanya kalau bukan gara gara bini muda?
kalo ngga ada kitab mahabarata dan barata yudha. hmm komik seperti apa ya yang akan ia bikin? :-)
I thought he also created Siti Gahara & Sri Dewi series? However, I like Kosasih for one reason only, and that's his choice to make the Mahabharata & Ramayana comics.
mulai 'Sorga yg Hilang' sampai abis kayaknya perlu digambar ulang... (Gambarnya ya, bukan ceritanya)
Well, I still think that "Sorga Yang Hilang" is one his best stories. He combined mystical and sci-fi approach in one single story, and I find it neat. That's his last successful attempt on such combination, I think.
Well, I still think that "Sorga Yang Hilang" is one his best stories. He combined mystical and sci-fi approach in one single story, and I find it neat. That's his last successful attempt on such combination, I think.
betul sekali. memakai benang merah soal racun itu, kemudian si anak kecil yang nunggu di rumah. keren nian.
hehehe... ok ok. perlu dibicarakan lebih lanjut nih..
Ha, I agree! Let's not forget another one of my favorite comic artists, Teguh Santosa! Mat Pelor storyline is one important milestones in Indonesian comic history. Can you live long enough to finish them all, by the way? Or should we clone you, Boss?
OK, another promise then. I will finish my translation project for sure. Currently working on "Si Buta Dari Gua Hantu". After that, "Misteri Borobudur". Now, if you decide to re-master either "Manusia Serigala Dari Gunung Tambora" or "Sandhora" (and its sequels), I will translate them as well. Deal?
aku sih tahu orangnya, dia temen kuliah adikku mas, dia gak tahu aku soalnya aku yg kuper. kami sama alumni Univ Malang.asyik orangnya nyentrik seniman pol. iya tahu, tiap hari ku buka Mp nya en MP sampean ni.karya Ganes yg judulnya "Petualang" pa gak diremaster mas? gmbr n ceritanya buagus lo
aku sih tahu orangnya, dia temen kuliah adikku mas, dia gak tahu aku soalnya aku yg kuper. kami sama alumni Univ Malang.asyik orangnya nyentrik seniman pol. iya tahu, tiap hari ku buka Mp nya en MP sampean ni.karya Ganes yg judulnya "Petualang" pa gak diremaster mas? gmbr n ceritanya buagus lo
See? Priyadi & Darto should come up and be introduced to the younger generations, Boss! I'm beginning to wonder if we'll live long enough to see the return of all the old masterpieces...
kaya Godam Mata Sinar X, mas... edisi kolektor harga 150 rb (kalo gak salah ya... aku lupa2 inget)... giliran edisi biasa masuk gramed, harganya cuma 50 ribuan saja... nah, aku nunggu yg kaya gini mas.... edisi masyarakat biasa saja... dan kurasa, di negeri ini, lebih masuk akal menjual edisi umum ini... kalo niatnya mau menjaring kuantitas pembaca dan meningkatkan pencapaian luas pasar...
Mata sinar X kebetulan aku gak tahu ada edisi kolektor, tahunya udah di toko buku dan harganya 45ribu kalau gak salah, dan lagi di toko toga mas ada diskon 15-20% jadi lebih murah lagi.
Bener juga sih mas, kalau harganya bisa di tekan seminimal mungkin pastilah jadi menarik minat untuk membelinya.....semoga mas semoga mereka mau mendengarkan rasan kita-kita
teguh santosa menurut aku adalah pawangnya cerita. eksekusi untuk cerita panjang, dialah maestronya. penguasaan sejarah regional, dia paham. kenapa dia tidak tersohor karena dia tidak bermain karakter. ganes th ada di liga yang berbeda.
aku setuju dengan Tegus S pawang cerita, imajinasinya liar banget, itu menurut amatanku lho, entah dengan lainnya, gambarnya juga baik dan memikat
begini,ya..kalo para kurator kelas berat lagi ngumpul n mengupas karya.semua komikus musti ngikutin,biar berpikir berkali2 kalo mau bikin karya kacangan.
Wadow.. kalau nyerempet Malang ini aku jadi inget kampung halaman. Gimana mas Erwin? Ya begitulah adanya tampangku hehehe Full katrok alias wong Ndeso banget to? Maklum mas makanya hobbynya nyari komik bekas hehehe
semua komikus musti ngikutin,biar berpikir berkali2 kalo mau bikin karya kacangan.
That would be to the benefit of both the comic artists and the readers. The artists can find criticisms and ideas to improve their arts, and the readers will get good quality readings.
aku juga ingat dia mas,pernah sekontrakan sama seniorku teater.nngak nyangka ketemu disini.Rizal juga,teman sekelas dan sahabat selama kuliah.bahkan yang dikawininya sekarang teman dekat pacarku waktu itu(bayangin seberapa dekatnya kami dulu),trus lamaa nggak ketemu.nyambungnya gara2 dia liat profilku di mp sampean. benar2 link pembawa berkah...
Wadow.. kalau nyerempet Malang ini aku jadi inget kampung halaman. Gimana mas Erwin? Ya begitulah adanya tampangku hehehe Full katrok alias wong Ndeso banget to? Maklum mas makanya hobbynya nyari komik bekas hehehe
ganteng gitu kok Tom... si Ajie tuh wong Malang, kenal gak?..